Rabu, 13 Agustus 2014

Ranah Blitar

Blitar
Assalamualaikum sobat,
Kota tempat saya lahir dan berkembang ini menyimpan sejuta kenangan. Banyak hal yang ada di kota saya yang menjadi bahan pikiran saya dan perilaku saya di lingkungan yang berbeda. Masayarakat Blitar terkenal sederhana, murah senyum dan saling menolong. Di Blitar masih ada kegiatan yang dari dulu hingga sekarang yaitu “bongkar bareng” disaat pembangunan rumah tetangga yang tengah renovasi maupun fasilitas umum. Kami membantu bersama agar cepat selesai dan menjadi media silturahmi agar tetap adem ayem dalam lingkungan masyarakat. Saat bongkar bareng ada lagi hal yang melekat di nadi masyarakat Blitar, yaitu nasi pecel yang selalu disuguhkan saat acara beramai-ramai seperti ini.

Nasi pecel Blitar merupakan makanan khas yang sudah dikenal di kota-kota besar lain semisal Malang. Banyak rumah makan yang sudah menjadikan nasi pecel menu utama di rumah makannya. Di sela-sela acara makan bersama kami membicarakan tentang tarian Barong Rampog asli Blitar.


Sejak abad 19 silam, yaitu tradisi dari upacara pembunuhan terhadap seekor macan di Alin-alun. Lalu dilarang oleh pemerintah belanda pada tahun 1905 silam. Dari itu terispirasi untuk mengggambarkan bagaimana perasaan sang macan, saat disiksa oleh manusia manusia yang menghunuskan tombak ke arah tubuhnya hingga tergeletak, akhirnya terciptalah Barong Rampog itu. Sekian saja kawan cerita ari ranah saya, ranah tercinta dari kota Proklamator Republik Indonesia, salam sejahtera !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar